Aku Tak Suka Kembang Api


Aku Tak Suka Kembang Api
Oleh: M. Fahmi

Kau tahu. Aku tak suka kembang api!
Nyalakan kembang api, laiknya membakar uang saja
Betapa pun, ia hanyalah sesosok benda
Dilahirkan cuma untuk kesuksesan dan kegembiraan temporal
Lihatlah! Ia mudah melejit, berusaha menyaingi langit paling tinggi
Namun, ia lupa siapa sesungguhnya dirinya
Sesaat kemudian, jatuhlah ia dihempas angin, tersungkur ke bumi paling rendah
Keindahan, kemegahan, serta kegemilangannya pun sirna. Lenyap!
Ia kehilangan cahaya, yang tersisa hanyalah selongsong kosong: abu hitam tak bermakna
Redup selama-lamanya! Mungkin, itu buah keangkuhan dan kesombongan
Padahal, langit tak pernah berkata kalau dirinya tinggi
Langit akan tetap tinggi, meski tak ada pengakuan dari yang lain
Betapa pun, setinggi apa saja puncak yang kita daki, tundukan kepala
Kembalilah pada dan bersama manusia-manusia
Apakah yang patut kita banggakan, kalau cuma keindahan sementara. Fatamorgana!
Dunia dan segala kemewahannya pun begitu, Kawan
Ia kadang mudah datang, tapi mudah pula pergi
Itulah sebabnya, aku tak suka kembang api
Aku hanya ingin mencari Cahaya Abadi
Yang tak pernah lekang oleh hempasan ruang dan waktu

Malang, 08 Januari 2016