Sang Pecinta


Sang Pecinta
Oleh: M. Fahmi


Di dalam jantung sang pencinta
Hanya ada debar-riuh wirid-wirid
Yang mendamaikan jiwanya

Di dalam nafas sang pencinta
Hanya ada hembusan nama
Yang membelai sukmanya

Di dalam penglihatan sang pencinta
Hanya ada wajah kekasih
Yang membuatnya buta akan segala semua

Di dalam hati sang pencinta
Hanya ada sebatang seruling tauhid
Yang menyanyikan nada kerinduan

Orang-orang mengira ia telah gila

Itu karena jantung mereka
Tak mampu menjadi rumah
Yang membuatnya selalu bisa
Merasa pulang di sana

Itu karena paru-paru mereka
Tak mampu menghirup aroma keberadaannya
Yang membuatnya terbuai

Itu karena mata mereka
Tak mampu melihat keindahan kekasih
Yang membuatnya meleleh

Itu karena hati mereka
Tak mampu mendengar irama ilahi
Yang membuatnya menari

Para pencinta itu
Tak akan letih-letihnya
Mencintai kekasihnya
Sebab cinta ialah amal paling tinggi
Sekalipun dengan itu menjadikannya
Terasingkan dari kehidupan
Sebab melihat realita semakin menjauhkan
Dari inti pencariannya

Pada puncak keterasingan
Dari segala semua itulah
Rindunya terpuaskan

Malang. Diketik dengan hape.
Minggu ke empat, Maret, 2018.
#AhadKomaBerkarya