Apakah Kita Masih Seperti Dahulu?

Apakah Kita Masih Seperti Dahulu?

Saat pertama kali menjadi tanah
Yang lunak bagi segala jenis tanaman yang tumbuh
Yang lembut bagi air yang datang

Makna selalu terpendam
Dalam kebisuan tanah
Dalam halaman-halaman hari yang terlepas untuk kita temui
Dalam hening yang tak lagi tersentuh

Langkah kian menjauhi tanah
Mendekati bebatuan
Yang mengeraskan penglihatan
Mengeringkan mata air kalbu
Berkeping-keping

Waktu menggugurkan putik-putik usia
Kegamangan persimpangan jalan
Menyulut kembali api impian
Agar sesegera pulang pada tujuan
Namun, selalu saja tertinggal

Letih dalam remah-remah kisah
Menyisakan peluh kesah bagi kalbu
Yang tiada henti-hentinya
Menggali, mengeja
Kelembutan, kesunyian tanah
Tak sampai-sampai

21 Juli 2019.
Mukhammad Fahmi.