Menyentuh Langit Cinta-Mu

Menyentuh Langit Cinta-Mu

seberapa deras rindu yang hendak menahanku
di sini, waktu menjadi jurang
tempat menampung segala gundah berpintalan
sebelum akhirnya tumpah dalam degup
aku ingin pulang...
aku ingin pulang pada dingin sungai
yang mengalir ke laut-Mu

Kasih...
biarkanlah angin kan menjemputku,
dan membawaku kepada cahaya,
yang akan segera kembali menyala saat langit cinta-Mu
berhasil kusentuh dengan jemari air mata
mungkin juga guntur akan segera tumbuh,
pada lipatan doa yang membias dari ketinggian harapku
namun, siapa? siapa kini yang berani mengganti kerinduanku
pada belai kasih-Mu yang telah Kau kirim jauh...
jauh sebelum aku lahir dari garba ibu?
kunyalakan lilin kasmaran pada sela-sela tulang rusukku
kubiarkan seluruh darah daging mendidih,
mematangkan rindu, cinta, dan air mata lewat doa
yang bergelantungan di ranting-ranting malam panjangku
sujudku barangkali hanya sebatas diam
menampung damai yang Kau dekap dalam selembar rindu
yang jazab oleh jumpa paling jeram

Malang, November 2015.
Mukhammad Fahmi.