Mutiara Hikmah Aulia 1
Mutiara Hikmah Aulia Pengajian Syekh Abdul Qadir Al-Jilany, Jumat pagi tanggal 5 Rajab 545 H di madrasahnya. Rasulullah Saw. bersabda: “Jenguklah orang yang sakit, dan[....]
Mutiara Hikmah Aulia Pengajian Syekh Abdul Qadir Al-Jilany, Jumat pagi tanggal 5 Rajab 545 H di madrasahnya. Rasulullah Saw. bersabda: “Jenguklah orang yang sakit, dan[....]
Sahabat Sejati Jangan-jangan, hal yang paling berharga dalam hidup manusia adalah sahabat. Sahabat atau teman abadi yang akan menemani di sepanjang perjalanan. Tapi apakah sahabat[....]
Sebuah Kerinduan “Bagaimana kabar Rahma sekarang? Apakah dia sudah menikah?” Pertanyaan ini menyembul begitu saja dalam benaknya ketika ia turun dari bus kota yang berhenti di[....]
Mencari Kekasih Sudah lama lelaki itu mencari hakikat, sebuah kemurnian, sebuah cinta, mencari tempat yang benar-benar menjanjikan ketenangan di setiap sudut kehidupan. Ia mencari kebenaran[....]
Menunggu di Bawah Rembulan Aku menunggu engkau di sini. Menunggu seperti waktu yang terus berjalan tak tentu tujuan. Sementara, engkau yang kutunggu tak juga kunjung datang menemuiku.[....]
Balada Setetes Embun Entah mengapa. Setiap dongeng selalu diawali kata-kata pada suatu hari atau pada suatu ketika. Bagaimana jika saat peristiwa itu terjadi belum ada hari,[....]
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya tak diterima.
Selagi ruh masih bersemayam di kandung badan, belum terlambat untuk senantiasa melakukan kebaikan-kebaikan dan memiliki kehidupan seperti yang engkau impikan.
Jika engkau menemukan kebenaran yang tertulis di sini, maka sudah pasti itu datangnya dari Allah. Tapi jika engkau menemukan kesalahan yang tertulis di sini, itu berarti karena kebodohan penulis.
Semoga semua yang tertulis di sini dapat berdenting dalam kehidupan dan berdenyut dalam peradaban!